Gowa, Barat Indonesia news.com | Desa Jenetallasa, Kabupaten Gowa – Sebuah perselisihan yang sempat bergulir di Polres Gowa berhasil diselesaikan secara damai berkat mediasi yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Jenetallasa, BRIPKA Basri, pada Rabu (21/5). Mediasi yang berlangsung kondusif ini menghasilkan kesepakatan damai di tingkat desa, menunjukkan komitmen kuat masyarakat dalam menyelesaikan konflik secara kekeluargaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah.
Keberhasilan mediasi ini tak lepas dari peran penting PLT Kepala Desa Jenetallasa, H. Mansyur, SE, yang menunjukkan kepemimpinan yang bijaksana dan mampu menjembatani perbedaan. Kehadiran beliau bersama Babinsa Desa Jenetallasa SERTU Sudarta, PLT Kadis Sanrangan Andika Aldila, S.TP, dan Anggota BPD Desa Jenetallasa Andi Rahman, semakin memperkuat komitmen bersama untuk mencapai solusi yang adil dan diterima semua pihak.
Proses mediasi melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk kedua belah pihak yang berselisih, saksi-saksi, dan keluarga mereka. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan masalah dan membangun kembali hubungan yang harmonis. Suasana mediasi yang kondusif memungkinkan tercapainya kesepakatan yang saling menguntungkan.
Sebagai bukti nyata kesepakatan damai, kedua belah pihak menandatangani Surat Kesepakatan Bersama (DAMAI). Tanda tangan ini menjadi simbol berakhirnya perselisihan dan komitmen untuk hidup rukun berdampingan sebagai warga Desa Jenetallasa. Kesepakatan ini juga dihormati oleh pihak Polres Gowa, menunjukkan keberhasilan penerapan prinsip Restorative Justice.
Keberhasilan mediasi ini merupakan contoh nyata sinergi yang positif antara aparat kepolisian, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Kerjasama yang harmonis ini telah berhasil menciptakan keamanan dan keharmonisan lingkungan di Desa Jenetallasa. Peran aktif PLT Kepala Desa H. Mansyur, SE, dalam memimpin dan memfasilitasi mediasi ini patut diapresiasi.
Mediasi ini bukan hanya menyelesaikan perselisihan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan di Desa Jenetallasa. Ke depannya, diharapkan kerjasama yang harmonis ini akan terus terjaga dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menyelesaikan konflik secara damai dan musyawarah.
BRIPKA Basri berharap, kesepakatan damai ini akan menjadi awal yang baru bagi kedua belah pihak untuk hidup rukun dan damai. Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa permasalahan sosial dapat diselesaikan dengan pendekatan yang humanis dan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.
(Syamsu Alam)