Dogiyai, Baratindonesianews.com – Masyarakat Dogiyai, Papua Tengah, digegerkan dengan kasus pembunuhan seorang warga pendatang bernama Baharudin (50 tahun) di Jl. Tengah, Kp. Ikebo, Distrik Kamuu. Korban ditemukan tak bernyawa di sebuah bengkel pada Selasa (19/08/2025) pagi.
Peristiwa tragis ini terjadi di Bengkel Bawakaraeng Motor, yang terletak di koordinat 53M 615238 9556820. Penemuan mayat korban bermula ketika dua orang saksi, Darwis (39 tahun) dan Ryan Hendrik Refwutu (34 tahun), melaporkan kejadian tersebut ke Pos Maleo Dogiyai sekitar pukul 05.30 WIT.
Merespons laporan tersebut, empat personel Pos Maleo Dogiyai yang dipimpin oleh Letda Inf Deni Gilang segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Setibanya di TKP, petugas menemukan korban dalam keadaan tengkurap dan sudah tidak bernyawa di kamar bengkel lantai 2.
Danpos Maleo Dogiyai segera menghubungi jajaran Aparat Keamanan dan melaporkan kejadian tersebut. Polres Dogiyai yang dipimpin oleh Wakapolres Kompol M. Tahir S.H. tiba di TKP untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Dogiyai pada pukul 08.20 WIT.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang berasal dari Malino dan berprofesi sebagai wiraswasta ini sebelumnya sempat diajak mengungsi oleh dua orang temannya pada Senin sore. Namun, korban menolak ajakan tersebut karena merasa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di wilayah tersebut masih kondusif.
Aparat keamanan menduga bahwa pembunuhan ini dilakukan oleh oknum masyarakat Dogiyai yang terindikasi sebagai simpatisan dari kelompok organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Dogiyai.
Menyikapi kejadian ini, aparat TNI/Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat pendatang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas yang dapat menimbulkan kerugian personel maupun materiel.
Kasus pembunuhan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Diharapkan, pelaku segera tertangkap dan motif pembunuhan dapat segera terungkap, serta situasi keamanan di Dogiyai dapat kembali kondusif.
Sumber: Mmp