Gowa,BaratindonesiaNews.com – Sebuah proyek perbaikan jalan di Jalan Butta Didia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, terhenti akibat insiden yang cukup unik.
Sebuah excavator yang hendak memperbaiki jalan rusak dihentikan paksa oleh seorang warga berinisial HZ, mengakibatkan kerusakan pada mesin alat berat tersebut.
Kejadian bermula pada Jumat pagi (18/7/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. Anak dari Hadi, pemilik excavator, tengah mengoperasikan alat berat tersebut menuju lokasi perbaikan jalan yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.
Namun, perjalanan mereka terhenti oleh HZ yang melarang excavator tersebut melintas dengan alasan peraturan yang mengharuskan alat berat diangkut menggunakan truk tronton.
Hadi, pemilik excavator, merasa aturan tersebut tidak relevan mengingat jarak yang sangat dekat.
Ia berpendapat aturan pengangkutan dengan truk tronton lebih tepat diterapkan untuk jarak jauh, misalnya 2 hingga 5 kilometer.
Merasa tertekan dan khawatir akan konsekuensi lebih lanjut, operator excavator pun memacu kendaraan tersebut, mengakibatkan kerusakan pada selang air dan sistem injeksi (solenoid).
Kerusakan tersebut mengakibatkan kerugian materiil bagi Hadi. Ia pun melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat.
Hadi menegaskan bahwa proyek perbaikan jalan tersebut telah mendapat restu dari Lurah dan Camat setempat, dan material untuk pengecoran jalan pun telah disiapkan.
“Ini jalan kami juga pakai setiap hari. Sebagai warga dan pengguna jalan, kami inisiatif untuk memperbaiki. Harusnya orang itu tanya dulu, bukan langsung main hadang seperti itu,” ungkap Hadi dengan nada kecewa.
Pihak kepolisian Polsek Bontomarannu, melalui Kapolsek AKP Suhardi, menjelaskan bahwa kasus ini telah ditangani melalui jalur mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan Bontomarannu dan Bhabinkamtibmas.
Mediasi tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan antara Hadi dan HZ secara damai. Proses mediasi ini menjadi solusi untuk menghindari proses hukum yang lebih panjang dan rumit.
Namun, insiden ini tetap menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara warga dan pihak yang melaksanakan proyek pembangunan di wilayah tersebut.
Kejadian ini juga menjadi pengingat akan perlunya sosialisasi peraturan yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Proyek perbaikan jalan di Jalan Butta Didia untuk sementara terhenti menunggu hasil mediasi dan perbaikan excavator.
Semoga mediasi ini dapat menghasilkan solusi yang adil dan proyek perbaikan jalan dapat segera dilanjutkan untuk memberikan kenyamanan bagi warga sekitar.
Laporan: Lutfi Daeng Ngek
Penerbit: (SA)