Gowa, Baratindonesianews.com – Sebuah kebanggaan kembali diraih oleh Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, melalui sosok inspiratif Penjabat (PJ) Kepala Desa Bone, Hj. Masnaeni, SKM, M.Kes. Beliau berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan lolos seleksi Peacemaker Justice Award (PJA) tingkat nasional, sebuah penghargaan prestisius yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.
Perjalanan menuju prestasi ini tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan, pengorbanan, serta kegigihan dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab untuk mengayomi warga Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Hj. Masnaeni, yang telah menjabat sebagai PJ Kades Bone sejak Februari 2025, adalah sosok wanita tangguh yang mampu mengemban dua jabatan sekaligus. Selain menjadi PJ. Kades Bone, beliau juga dipercaya sebagai Kepala UPTD PPKB Kecamatan Bajeng dan Kecamatan Bajeng Barat.
Sebelumnya, Hj. Masnaeni dikenal sebagai tenaga kesehatan yang berdedikasi di Puskesmas Gentungan selama 24 tahun. Takdir membawanya untuk mengemban amanah baru sebagai PJ. Kades Bone, menjalankan roda pembangunan di desa yang dicintainya. Mengemban dua tugas penting ini tentu membutuhkan fisik yang sehat, kecerdasan, dan energi prima.
Di tengah kesibukannya melayani warga, Hj. Masnaeni mendapat kejutan dengan terpilih mengikuti seleksi PJA. Ajang ini diikuti oleh 94 lurah/kades se-Sulawesi Selatan dan 21 desa dari Kabupaten Gowa. Setelah melalui serangkaian seleksi ketat, Hj. Masnaeni berhasil lolos nominasi bersama 35 kades/lurah se-Sulawesi Selatan.
Puncaknya, Kementerian Hukum dan HAM RI menetapkan lima kades yang berhak meraih medali penghargaan, dan Hj. Masnaeni menjadi salah satunya. Prestasi ini tentu saja membanggakan, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi Desa Bone dan Kabupaten Gowa.
Perjuangan Hj. Masnaeni dalam meraih medali dari Kementerian Hukum dan HAM RI tidaklah instan. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi, mengikuti materi pelatihan, sosialisasi Pos Bantuan Hukum (Posbankum), penilaian pelaksanaan hasil pelatihan dengan praktik Juru Damai di Posbankum untuk penyelesaian konflik dan kasus hukum di tingkat desa, kegiatan yang mendukung program pemerintah, hingga penyusunan laporan.
Semua tahapan tersebut berhasil dilalui dengan gemilang. Hj. Masnaeni menjadi satu-satunya kepala desa di Gowa yang berhasil membawa nama Desa Bone dan Kabupaten Gowa di tingkat nasional. Prestasi ini patut diapresiasi setinggi-tingginya.
Keberhasilan Hj. Masnaeni diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para kepala desa lainnya di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Semoga prestasi ini juga dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun desa yang lebih maju dan sejahtera.
Laporan MZ Nurdin Achmad
Editor: Syamsu Alam