Sat Intelkam Polres Mamasa Lakukan Penggalangan Tokoh Adat dan Masyarakat Mamasa, Antisipasi Dampak Situasi Nasional 

MAMASA-//baratindonesianews.com.Sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat Kabupaten Mamasa menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Mamasa. Hal ini menyusul insiden yang melibatkan pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta dan memicu aksi anarkis di beberapa daerah, 31 Agustus 2025

Pertemuan koordinasi dan penggalangan berlangsung di Kecamatan Mamasa pada Minggu mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WITA. Dalam pertemuan tersebut hadir beberapa tokoh berpengaruh yang memberikan pandangan sekaligus masukan.

Sekretaris Lembaga Adat Kabupaten Mamasa, Marthen Arruan Silomba, menekankan bahwa insiden yang terjadi di Jakarta jangan sampai merembet ke Mamasa. Ia menilai pentingnya peran adat dalam menjaga ketertiban. “Segala sesuatu di Mamasa selalu melibatkan orang tua dan adat. Karena itu kami berharap pihak keamanan segera memfasilitasi pertemuan bersama unsur forkopimda untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus pemilik Hotel Anoa, Nikolas Sirina, mengungkapkan kekhawatirannya saat menyaksikan aksi unjuk rasa mahasiswa di Makassar beberapa hari sebelum insiden terjadi. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika ada aksi di Mamasa yang mengganggu masyarakat. “Kami siap bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk mencegah hal-hal yang bisa merusak ketertiban,” tegasnya.

Tokoh masyarakat lainnya, Labora Tandipuang, S.Sos., menilai insiden yang terjadi di Jakarta lebih tepat disebut sebagai kecelakaan, bukan sepenuhnya kesalahan aparat. Namun, ia mengingatkan pentingnya sinergi tiga pilar – pemerintah, adat, dan agama – dalam menjaga situasi tetap kondusif. Ia juga mengingatkan agar anggota DPRD Mamasa berhati-hati dalam memberikan komentar agar tidak memicu reaksi masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Daniel Sarring, tokoh masyarakat Desa Buntubuda. Ia menekankan pentingnya peran bersama antara pemerintah, adat, agama, TNI, dan Polri dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Daniel pun mengusulkan agar segera digelar pertemuan dengan melibatkan seluruh unsur forkopimda serta FKUB.

Dari keseluruhan masukan, disepakati bahwa pertemuan lintas unsur, mulai dari Kapolres, Dandim, Bupati, Kejaksaan, DPRD, hingga tokoh adat dan Forum Kerukunan Umat Beragama, sangat penting untuk mencegah potensi aksi anarkis. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memberikan himbauan serta sosialisasi kepada masyarakat agar tetap menjaga Kamtibmas Mamasa.

Rangkaian koordinasi berjalan aman dan lancar hingga pukul 15.00 WITA, dengan semangat kebersamaan dari para tokoh masyarakat Mamasa dalam menjaga daerah tetap kondusif.

Humas Polres Mamasa Polda Sulbar

Editor ALANNUARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *